Sunday, 7 October 2018

Kala Oktober Menyapa

Enam bulan telah berlalu, sejak regular check up terakhirku April yang lalu.
"Jika ada keluhan,  datanglah tiga bulan lagi. Namun jika tidak ada, datanglah enam bulan lagi." ucap dokter.

Well,  puluhan tahun berlalu tak terasa, apa lagi hanya enam bulan.

Oktober datang....
Hari kelahiranku.
Hari kembali ke rumah sakit.

Usai April yang sangat menguras energi dan emosi, aku akan kembali mengecek kondisi kesehatan.
Membaik ataukah memburuk,  entahlah.

Selama rentang enam bulan itu aku paksakan untuk hijrah lifesyle, demi kesehatan yang lebih baik. Kalaupun tidak membaik,  setidaknya janganlah memburuk.

Oktober datang.
Berat badanku telah hilang lima belas kilogram.
Aku rombak total pola makan ke low carb,  medium protein, dan high fat.
Pun aku mulai olahraga, Yoga sambil berjemur sinar matahari pagi.

Oktober datang.
Tidaklah mudah menjalani hidupku dari April hingga oktober menjelang.
Jatuh, bangun,  jatuh, bangun, jatuh, bangun lagi.
Aku bersikeras, berkomitmen untuk benar-benar ingin SEHAT.

Oktober datang.
Dengan ikhtiar yang jor-joran, aku tak berharap hasil yang WOW.
Karena menggantung harapan terlalu tinggi, jika tidak tercapai maka akan nyesek to the max!

Oktober datang.
Aku telah berusaha semampuku untuk hidup lebih sehat.
Apapun hasilnya, aku terima.
Dan ya, usaha yang maksimal pastilah berbanding lurus dengan hasilnya.
Jikapun hasilnya tidak maksimal, atau malah minimal, tingkatkan lagi usahanya :)

Oktober datang.
Terima kasih Allah, Engkau ajarku untuk makin bersyukur dan memperkuat daya juangku.

Oktober datang,
Terima kasih Allah, Engkau bukakan banyak pintu untukku agar aku lebih bermanfaat untuk sesama.

Oktober datang,
Semoga aku makin matang dalam berjuang :)

Halo rumah sakit, oktober minggu ke-tiga aku akan berkunjung....

Thursday, 24 May 2018

Maaf, aku Lancang

Maaf , aku menyebut namamu di depan kiblat muslim sedunia itu.
Maaf, aku kerap melafal namamu di semua waktu ketika doa cepat diijabah olehNya.
Maaf, aku memintamu kepada Sang Maha Cinta, kamu yang belum pernah ku jumpai.
Maaf, aku lancang.

Tuesday, 17 April 2018

Inikah Saatnya?

Setelah 2 tahun berlalu operasiku, usai 1 tahun kelar kemoterapi, setahun ku yang melegakan, lalu, 16 April 2018 secara mengejutkan hasil USG ku di luar sangkaanku.
BANYAK PERTUMBUHAN MASSA BARU.

Aku mulai merasakan kejanggalannya ketika sebulan terakhir ku rasakan ada bengkak di perut kiri bawah ketika ku raba. Tidak sakit. Hanya terkadang terasa seperti nyut nyut.
Ketika jadwal kontrol 1X 3bulan ku telah tiba waktunya, maka ku katakan perihal bengkak itu pada dokter.
Maka dokter melakukan USG lebih jelimet, super hati-hati, agar diketahui apakah benar ada bengkak seperti yang ku katakan.
USG perut melalui permukaan kulit hasilnya kurang jelas, padahal bulan-bulan sebelumnya lancar-lancar saja.
Untuk hasil yang lebih jelasnya, maka dokter meminta untuk USG Trans-rectal.
Melalui anus!
Kalau penasaran, silakanlah google tentang transrektal itu.
Kata dokter, rasanya cuma seperti eek keras.
Gimana rasanya ketika eekmu keras?
Sakit! HAHA


ADA NAMPAK BEBERAPA PERTUMBUHAN MASSA BARU.
UNTUK LEBIH PASTINYA, LANJUT TES CT SCAN ABDOMEN & PELVIS.
KEMUNGKINAN KANKERNYA TELAH MENYEBAR KE ORGAN LAIN.

Bagai disambar petirrrr.
Ketika ku sangka aku akan free cancer untuk selamanya, atau setidaknya selama berpuluh-puluh tahun, ternyata ia muncul hanya dalam kurun waktu setahun saja.

Tidak, aku tidak menangis.
Aku sambut dengan hati tegar nan berdebar.
Inikah saatnya aku diberiNya ujian kenaikan kelas?
Iyakah level ujianku dinaikkanNya?

Baiklah wahai Sang Maha Cinta, aku terima ujian terbaruMu.
Aku SIAP!
DENGAN SENANG HATI!


Four Leave Clover

Ku mulai menyadari keberadaannya setelah menonton film jepang (atau mungkin korea, ku lupa 😬).
Ada di salah satu adegan seorang anak perempuan terisak-isak di padang rumput sembari matanya sibuk mencari daun ini, yang empat helainya.
Four-leave-clover.
Mencari four di hamparan three nyaris sama seperti mencari jarum di tumpukan jerami.
Namun perkara Four-leave-clover ini lebih sulit. Jarum di tumpukan jerami memang susah untuk ditemukan, tapi setidaknya jarum itu memang ada, cepat atau lambat pasti akan ditemukan juga.
Sedangkan four ini tidak pasti keberadaannya.
Kemungkinan ada, namun tidak bisa dipastikan dia selalu ada ketika dicari.
Oke, balik lagi ke anak perempuan di film.
Kenapa dia mencari daun itu?
Karena dia pernah dengar bahwa Four-leave-clover bisa mengabulkan permintaan kalau berhasil menemukannya.
Permintaannya: PULIHKAN SAHABATNYA DARI KANKER.
Well, aku baru tau hal itu.
Ternyata Four-leave-clover merupakan simbol harapan.
Namun, berdoa dan berharap pada daun isn’t my way lah.
Gantungkan harapan tentu pada Sang Maha Pencipta, bukan pada ciptaannya.

Tetapi, aku selalu penasaran tiap kali jumpa dedaunan ini.
Aku masih tergoda untuk mencari four di hamparan three.
Belum ku temukan dan berharap kelak menemukannya.
Untuk apa ku mencarinya?
Agar semakin kuat daya juangku untuk meyakini bahwa selalu ada harapan :)
Tak ada yang tak mungkin selama kau yakin dan mau memperjuangkannya.

*Pertama kali diposting di ntimuth.tumblr.com pada 12 Februari 2018. Lalu bermigrasi ke blogspot ini karena Tumblr telah diblokir pemerintah tercinta. HAHA

Sepikah Ia?

Ia,
Tumbuh terasing.
Jauh dari kawanannya.
Ia berbeda.
Sepikah ia?
Lelahkah tegak tiada nampak berkawan?
“Tidak” katanya.
“Mendekatlah, akan ku tunjukkan padamu bahwa menjadi berbeda tidaklah buruk.” ajaknya.
Aku dekati ia.
Indah, sejuk, cerah, dan terasa menenangkan.
“Terima kasih” ungkapnya.
“Hanya sedikit manusia yang memandang perbedaan dari sisi indah dan lebih sedikit lagi yang mau menerimanya dengan senang hati, karena berlapang dada belumlah cukup. Apalagi yang bisa menandingi perasaan senang hati?” ucapnya sembari menari indah ditiup angin.

*Pertama diposting di Tumblr saya, ntimuth.tumblr.com, 16 Desember 2017.

Ada...

“Ada yang bercerita kemudian dekat.
Ada yang mendekat agar punya cerita.
Ada yang sengaja dekat, hanya untuk menjadikanmu bahan cerita.”


Bisakah kita dekat setelah kau dan aku bercerita?
Bolehkah aku mendekat agar kita punya cerita?
Marahkah kau ketika ku jadikan kau bahan cerita?
Aku butuh bercerita.
Aku senang menjadi pendengarmu.
Kau adalah cerita favoritku.
Sayangnya kau tak tau,
Atau tak ingin tau.


*Tulisan ini pertama kali saya posting di Tumblr 13 Februari 2018. Saya pindahkan ke sini karena, you know lah, Tumblr diblokir...

Nak...

"Nak, maafkan ibu telah membuatmu menunggu terlalu lama.
Ibu belum bisa menjemputmu.
Nak, ibu sedang berusaha sepenuhnya untuk memperbaiki diri.
Nak, doakan ibu segera menemukan laki-laki berhati lapang dengan senyum indah super ikhlasnya, yang ketika kami bersua maka masing-masing hati mantap bersuara “dialah orangnya.”
Laki-laki itu kelak akan kau panggil ayah. Ibu dan ayah akan menjemputmu ke panti asuhan atau dimanapun itu tempatmu."

*Tulisan ini pertama kali saya posting di Tumblr 3 Maret 2018. Saya pindahkan ke sini karena, you know lah, Tumblr diblokir...


Mendadak Umrah Maret 2018

Ya Rahman.
Ya Rahim.
Wahai Yang Maha Adil.
Wahai Sang Maha Cinta.
Terima kasih.
Terima kasih
Terima kasih.
Terima kasih untuk eratnya rangkulMu.
Terima kasih telah memilihku menjadi tamuMu.
Terima kasih wahai Sang Maha Sutradara.
Maha indah skenarioMu.

Wahai Allah Yang Maha Agung,
Terima kasih untuk semua pelajaran yang Engkau berikan padaku selama menjadi tamu-Mu.
Terima kasih untuk kesempatan indah nan mengejutkan, yang ku anggap sebagai hadiah super mengagumkan sehingga ,bahkan, setelah semuanya selesai, ketika aku sudah tak lagi di sana, masih saja aku BENGONG karena saking unbelievable hadiahMu.
Terima kasih untuk hadiahMU..... 

Friday, 23 February 2018

Bolehkah Aku Merusak Mimpimu?


“Ambil dan pilih saja salah satu dari temanmu untuk menikah.” kata ibu untuk yang kesekian kalinya. 

Teman tapi menikah, katanya.

Haha

Bu, yang mengatakan aku hebat, kuat, dan mengagumkan memanglah banyak. Namun, tak ada yang berani mengambil risiko untuk hidup denganku, aku yang kelak hidupnya bisa lebih menegangkan dari roller coaster terseram manapun di dunia ini.

Siapa yang dengan senang hati dan ikhlas menghancurkan mimpinya untuk memiliki anak biologis?

Siapa yang selow saja mau memilih pasangan WHO CAN’T GIVE A BIRTH AND SICK sementara dia bisa memilih yang normal di luar sana?

Siapa yang dengan tegas mau mengambil risiko hidup tak sama seperti keluarga lainnya? Dipandang aneh, dianggap bodoh dan tolol, dicemooh, bahkan bisa dikucilkan oleh keluarga besarnya.

Si petualang sekalipun, yang telah banyak menaklukkan berbagai perjalanannya, bahkan telah berkeliling ke berbagai belahan bumi ini, belum tentu sanggup mengambil risiko untuk hidup denganku. Petualangan hidupku berisiko, bu. Seram.

Perjalanan menemukan jodohku sama halnya dengan mencari jarum di tumpukan jerami, bu. Ia InsyaAllah ada, walaupun membutuhkan waktu yang agak lama dan penuh kesabaran untuk menemukannya.

Aku bukan berputus asa, bu. Hanya saja terkadang aku merasa jahat menghancurkan mimpi dia yang berangan memiliki keluarga kecil bahagia, yang berarti memiliki anak-anak biologis dan pasangan yang sehat.

Aku takut menghancurkan mimpi orang, bu.

Kamu,  sudikah merombak impianmu? 

Wednesday, 14 February 2018

Awal 2018 yang Greget (2)

Today adalah sebuah tomorrow dari kemarin.
Jadi,  be better setiap hari. 😆
Be better nomor wahid yg harus saya perjuangkan di 2018: me-muthmainnah-kan muthmainnah.

Ku rasa tak ada yg berubah dari sisi emosional  pasca operasi mei 2016, setelah senyum optimisku di depan dokter yg perkataannya gak sesejuk ruangannya.
Ku masih  sering ketawa ngakak sampai keluar airmata dan air lainnya.
Ku tetap malu-maluin.
Gak ada  yg berubah lah  pokoknya.

Lalu, awal 2018, seminggu yg lalu,  barulah ku sadari bahwa  ada  yg  luput dari  evaluasi.
Ada satu yg terlewati.
Hal yg selama ini ku anggap lumrah, hanya dianggap sebagai mood swing.
Cara marahku semakin meningkat. 😨
Ku teriak sampai tenggorokan perih,  suara  menggigil karena saking marahnya, sembari menahan  tangis karena  saking kesalnya.  Suhu  badan mendadak  dingin,  rambut di kepala rasa berdiri bak di film dragon ball (siapalah  namanya yg  rambut warna kuning saat berubah, sun go  kong?). Dan yg tak kalah penting,  tangan gemetar pengen namparrr.
Itu terjadi dalam kondisi ada lawan bicara.

Laki-laki.
Lebih  tua.
Ngomongnya sombong astaghfirullah.
Pokoknya semua ucapannya berisi keangkuhan doang 😓
Yg  benar tu cuma dia  aja, yg lain salah, yg  lain tu  bodoh dan miskin. *yg lain refers to saya. wkwkwk *
Dia tetangga yg punya grosir di seberang jalan, di  sekitar  toko.
Yang mulut kami udah  berbusa-busa ngomong ke dia agar  gak  parkir di depan toko orang lain.
*orang lain  refers to kami*.
Mobilnya mahal,  paling bagus,  bayar pajak 4 juta. suka-suka dialah mau  parkir dimana aja apalagi kalau cuma di bahu jalan umum walaupun itu di gerbang mau  masuk ke toko orang lain. orang yg baru seumur jagung ngontrak toko, dan  itupun cuma over contract,  macam  kami ini gak boleh sok berkuasa larang-larang dia.

Lalu,  karena kendaraan pelanggan kami gak bisa terbang untuk men-skip mobil mahal tetangga itu yg parkir di gerbang masuk toko kami,  maka adik saya nyari akal utk ngusir mobil itu.

Tau soda  api?
Haha.
Kami  bertanggung jawab!
Ngaku & bayar sekian juta.

"Lu norak!  Gitu  doang  emosi akut. Mau  cepet mati?" kata adik saya. 😅

Oke, saya  akan  be better, jadi muthmainnah sejati 💪

Wednesday, 10 January 2018

AWAL 2018 yang GREGET (1)

Dulu, Januari 2017 ku awali dengan kemoterapi yang pertama, lalu berkepala botak.
Hal yang awkward untuk sebuah moment memulai awal tahun.
Lalu, berbulan-bulan selanjutnya dilalui dengan keluar masuk rumah sakit untuk kemoterapi.
Setelah selesai kemo pun masih harus berulang ke rumah sakit, untuk cek regularly pasca kemo.
Intinya 2017 aku tuh isinya kebanyakan keluar masuk rumah sakit doang.
Selingannya, ya, jaga toko tiap hari. Berhubungan dan komunikasi dengan kids jaman now.
Sering bersitegang pulak.
Memacu adrenalin, menguras energi, namun bikin happy. hahah

Nah, awal 2018 lain pula ceritanya.

Dunia dan Seisinya

Walau Dunia dan seisinya menyuruhku menyerah, takkan ku mau!

Wednesday, 20 December 2017

It's my Day! (2)

Mari ku lanjutkan cerita yang kemarinnya kemarin.

Pernahkah kamu memimpikan orang yang belum pernah kamu temui?
Maksudku, orang yang belum pernah bertemu dengan kamu namun dia masuk dalam mimpimu.
Kalian hanya sekadar kenal saja, namun tak pernah bertatap muka langsung.
Konteksnya saling mengenal, ya, bukan kenal sepihak saja.
Bukan seperti mimpiin artis idola kamu.wkwkwk

Aku dua kali menemukannya di mimpi, padahal belum pernah bertemu sekalipun.
  • Pertama, aku menemukannya di mimpi buruk. wkwkwk
    Dan bodohnya, ku bilang padanya perihal mimpi buruk itu.
    Ah, sepertinya dia kaget bercampur kesal dengan mimpi yang ku ceritakan.
    Aku pun kaget bercampur malu sekaligus merasa bersalah karena mengatakan perihal mimpi buruk itu padanya.
    Katanya mimpi buruk tidak boleh diceritakan pada siapapun apalagi pada orangnya langsung, pada orang yang kamu lihat mengalami suatu hal yang buruk di mimpimu.
    Saat itu aku merasa sangat amat bersalah, konyol, dan goblok. :(
    Namun, aku salut dengan sifatnya. Dia tak sungkan untuk mengkoreksiku ketika aku salah, tidak membiarkanku salah begitu saja. Karena suatu kesalahan tak boleh dibiarkan, harus ada yang mengatakan/memperingatkan kalau itu salah. Sebuah kesalahan akan terus berlanjut kalau dibiarkan begitu saja. Karena orang macam dia inilah yang baik untuk proses perbaikan diri. Apapun alasannya, sebuah kesalahan sebaiknya tidak diberi sebuah "permisif" jikalau ingin segera diakhiri lingkaran setan kesalahan itu. Orang macam dia ini yang mesti banyak stoknya untuk berada di lingkaran hidupku, agar kualitas diriku semakin membaik.
    Dinasehati, diperingatkan, dikritik, awalnya memang terasa nyesek, namun perlahan bisa aku terima dengan lapang dada dan penuh rasa syukur. Beruntung malah rasanya, karena kalau hidup hanya dipenuhi orang-orang yang tak pernah mengkoreksi kesalahanmu (bahkan membiarkanmu salah), sangat perlu dipertanyakan apakah mereka sama sekali tak peduli padamu?
  • Kedua, ku temukan dia di mimpi yang hmmm sangat bisa dikatakan indah.
    Definisi indah adalah bisa membuat hati senang. Karena seingatku, di mimpi itu aku berteriak senang sambil meloncat-loncat girang. Bahkan sampai setelah bangun tidur pun rasa senangnya masih ada, awet pula sampai seharian full! haha
    Mimpinya apaan sih?
    Oke, mimpinya memang sedikit aneh, awkward, kalau dibilang konyol gak juga.
    Kadang kalau dipikir-pikir, malu-maluin juga itu mimpi.
    "Mak melamar dia untuk gue, lalu dia mengajukan beberapa pertanyaan seperti sedang interview, kemudian ajaibnya gue jawab semua pertanyaan itu dengan sempurna. Lulus katanya. Maka gue loncat-loncat kegirangan."
    Astaga, gak di dunia nyata ataupun mimpi, aku sama aja malu-maluinnya.
    Akan lebih malu-maluin lagi kalau aku dengan gobloknya cerita ke dia mimpi ini. hahah
Jika mimpi buruk bisa merusak mood seharian, maka sangat adil kalau mimpi indah juga membuat hari cerah. Ye kaaan? wkwkwk
*Ingat loh, di sini definisi indah: rasa senang/gembira. Di mimpi itu aku senang, berarti mimpinya kategori indah.

Yaudah.
Sekian ceritanya.
Ceritanya kayak ngegantung ya?
Biarin.  

Monday, 18 December 2017

It's my day! (1)

Pernahkah kamu merasa teramaaaaat sedih ketika bangun tidur?
Rasanya dada sesak bagaikan baru saja menangis tersedu.
Padahal kamu sebelum tidur tidaklah dalam keadaan sedih.

Aku pernah mengalaminya.
Penyebabnya: mimpi buruk yang berasal dari beberapa memori masa silam.

Kenangan pahit di masa lalu, walaupun sudah dilupakan, tetaplah ada dalam alam bawah sadar kita.
Memori itu bisa saja muncul dalam mimpi, sekalipun kita merasa telah lama melupakannya.
Memori tak bisa dihapus...

Dan, ya, bahkan mimpi buruk berakibat buruk pula pada hariku.
Merusak mood untuk sehari.

Nah, itu kan nightmare.
Ada pula mimpi indah (amat sangat jarang sekali terjadi) .

Hari ini, Senin 18 Desember 2017, aku sepertinya punya mimpi indah.
Ketika bangun tidur, hati rasanya sangaaaat senang dan berbunga-bunga, padahal tidak ada hal yang menggembirakan yang terjadi sebelum tidur ataupun rencana yang asyik yang akan dilakukan.
Ku pastikan ini karena efek mimpi indah semalam nih.
Bahkan sampai seharianpun hatiku konsisten senang.
Wohooo, ini jarang terjadi!

Hmm, berhubung seseorang pernah bilang kalau mimpi sebaiknya tidak diceritakan (apalagi mimpi buruk), ya udah, aku cari dulu cara untuk membaginya namun tidak melanggarnya.






Saturday, 3 June 2017

Ramadan di Rumah Sakit

WOW!!
April telah berlalu.
Sudah 5 kali kemo!
Alhamdulillah...
Kemo ke-6 menurut jadwal adalah tanggal 30 april, namun sayang setelah 3 kali cek darah ke labor hasilnya kurang bagus; jumlah lekosit belum memenuhi jumlah minimal, 6500.
Jadwal kemo ke-6 ditunda sampai jumlah lekosit setidaknya memenuhi syarat minimum.
Dulu, Agustus 2009 ketika ayah dirawat di RSUP DR. M. Djamil, Ama pernah risau memikirkan bagaimana rasanya melalui ramadan di rumah sakit. Namun hal itu tidak terjadi karena beberapa hari sebelum ramadan ayah meninggal. Innalillahi wainnailaihirajiun..... 
Dan tahun ini, Mei 2017 di rumah sakit yang sama, Ama akan merasakan ramadan di rumah sakit, menunggui Anti kemo. Semoga semua pengorbanan dan kasih tulus Ama kelak dibalas dengan surga oleh Allah. Aamiin...

Tuesday, 28 March 2017

I am a Forever HAPPY cancer survivor!

2017!
Maret!
W O W
Aku sudah TIGA kali KEMO loh!
Masih ada 3 lagi.
Masih BERTAHAN dan akan terus KUAT.
Bahkan berat badanku tak turun sedikitpun.
Tak ada yang berubah setelah kemo.
Aku sangat menikmati berkepala botak.
Tidak semua perempuan  punya kesempatan untuk berkepala botak!
Aku tak punya waktu untuk mengeluh karena aku selalu sibuk bersyukur. 
Allah Maha Pengasih Maha Penyayang.
Seriously, don't cry for me! I am fine. I am HAPPY.

Anti-Istimewa 1

Cancer 21 Juni- 22 Juli
Umum : Pastikan semua berjalan baik-baik saja.
Love :
          Single : tenangkan diri kamu dan jangan menyerah.
          couple : menahan kecewa dan sakit sendiri, berpikirlah lebih terbuka.
Keuangan : Jangan gemar menunda pekerjaan.
Sumber : m.vemale.com/zodiac/cancer 

Zodiac kamu apa?
Kalau aku Libra tapi punya cancer juga. Kalau libranya sudah sejak lahir, tapi kalau cancernya sejak mei 2016. Kok bisa double? Ya dong. Aku kan istimewa. 

Dulu sewaktu sekolah, kamu pernah datang terlambat dan disuruh menyikat wc nggak?
Aku kira cerita hukuman sikat menyikat wc itu hanya ada di sinetron aja. Tapi ternyata aku mengalaminya! Nah, apakah ide hukuman menyikat wc itu berdasarkan kisah nyata atau malah penonton yang meniru sinetron? Entahlah.  
 

Kamu pernah masuk rumah sakit? Jadi pengunjung atau yang dikunjungi?
Kalau aku pernah kedua-duanya. Tanggal 17 mei 2016 aku pertama kali jadi pasien dan dirawat di rumah sakit selama seminggu. Biasa aja? Umm, iya sih, banyak tuh yang dirawat di rumah sakit. Kalau masuk ruang operasi dan dioperasi selama berjam-jam gimana? Umm, banyak juga orang yang gitu ya? Kalau ternyata ketika operasinya berlangsung para dokter malah mengajak pasien ngobrol, gimana? Umm, emang biasanya gitu ya? Kalau dokternya bilang gini gimana? “mbak, rahimnya sekalian diangkat aja ya? demi kesehatan yang lebih baik.”

Pernah nonton film atau sinetron scene percakapan antara dokter dan pasien membicarakan tentang kondisi/penyakit pasien? Umm, aku juga pernah ada di scene itu. Tapi aku bukan sedang main film; aku sedang dalam scene hidupku. “mbak punya kanker endometrium stadium 1B, bla bla bla bla bla bla”

“Umur 25, kanker, tak ada lagi rahim, jomblo pula. Haha. Yang benar aja! Tuhan pasti lagi becanda. Ah, gila! Ini pasti cuma mimpi. Kapan aku bangun dari mimpi super seram ini? Kok hidupku makin serasa seperti ftv aja. Umurku masih panjang kan? Ah, biasa aja. I am fine. Ih, seram juga kalau aku wafat dalam waktu dekat. Ih, Tuhan kebangetan becandanya. Duh, makin susah nyari jodoh. Ah, jadi mau nangis, eh, gak jadi deh. Ouoooo, aku baik-baik saja.” Begitulah pikiranku tiap hari. Bingung, moody. Sering sedih, tapi malas nangis. Kalau tangis tak terbendung lagi, hanya dua solusi ampuhnya. Bercermin atau selfie! Nangis sambil bercermin, ih, jelek banget kalau nangis. Selfie, kalau selfie harus senyum dong. Percaya deh, it works! Langsung berhenti nangis.

Membingungkan sekali bagaimana sebaiknya aku menyikapi kondisi ini. Mau sedih, percuma. Sedih tak akan membuatku sehat. Mau gembira? Ah, gimana mau gembira dengan kondisi ngenes gini. Mood tak menentu. Bahkan untuk menulis cerita ini saja, mesti dipikirkan berulang kali. Mau ditulis dari sisi mana? Sisi sedih atau sisi semangat? Serius mau berbagi cerita ini? “Ini rahasia. Don’t tell anyone about your current condition. Never ever let anyone knows that you have cancer.” Begitu pesan khusus mama. Dan sekarang everyone knows my story. Ah!  

Tahukah kamu? Kanker membuatku merombak total semua rancangan indah masa depanku. Puluhan impian telah aku coret dari daftarnya. Semua rencana jangka panjang aku tiadakan. Sekarang yang ada hanyalah rencana jangka pendek; rencana per tiga bulan. Aku terus saja membisiki diri life is short, capailah secepat mungkin sebelum benar-benar terlambat. Aku bukannya pesimis, hanya saja aku tak ingin menolak kenyataan bahwa aku telah diberi kode olehNya. Rancangan indah masa depanku akan aku rombak menjadi jauh lebih indah. Hidupku akan jauh lebih teratur dan terarah. Kalau dulu aku adalah tipe anak baik-baik maka sekarang aku akan menjadi jauh lebih baik. Kanker memang mengubah segalanya; berubah jadi lebih baik. Walau terkadang ketika sedih aku merasa hidupku semiris kisah ftv Indonesia, aku tak akan bertingkah lebay dan dramatis. Aku tak menangis histeris di ruang dokter ketika dokter bilang aku punya kanker. Aku pun tidak teriak menangis ketika tahu bahwa rahimku sudah tak ada lagi padahal masih jomblo. Pssst, sinetron/ftv itu bukan dari kisah nyata. Tapi akan jadi nyata kalau kamu tiru kisahnya.  

Desember 2016, enam bulan telah berlalu. Tawaku tak pudar, rambut masih lebat bersinar, semangat masih cetarrr. Aku baik-baik saja dan tak ada yang berubah, pikirku. Aku tidak melakukan tindakan medis apapun pasca operasi. Tidak kemoterapi dan tidak juga konsumsi obat-obatan dari dokter. Aku masih beraktivitas seperti biasa. Aku sedang berusaha menata hati perlahan-lahan; berusaha berdamai dengan diri sendiri. Dan yang paling penting, aku berdamai dengan Allah. Aku tak lagi menuduhNya jahat. Sekarang aku bergabung dengan Lavender Ribbon Cancer Support Group. Sebagai newbie cancer survivor, keberadaan grup ini sangat membantu. Ada banyak artikel yang sangat bermanfaat di blog tamanlavender.wordpress.com. Perlahan-lahan rasa galau dan gundah gulana mulai memudar setelah bergabung dengan Lavender. Ternyata I’m not alone! Hiks. Semoga nanti bisa bertemu langsung dengan para member Lavender. 

Tenang, aku baik-baik saja. Setelah hati dan perasaan ini tentram, aku tak akan lagi takut ke rumah sakit. Tunggulah. Beri aku jeda sejenak. 

Oh Allah, terima kasih telah menjadikanku istimewa karena disayangi oleh orang-orang istimewa. Terima kasih. Tak akan ada seorangpun melihatku menangis dan tak seorangpun boleh menangis karena melihatku.  Aku kuat, kamu kuat, kita kuat.  
 

*pssst, berminat donasi untuk Yayasan Lavender?  Silahkan via Bank mandiri 1270007342932 atas nama Yayasan Lavender Indonesia. 

Thursday, 22 December 2016

ANTI-ISTIMEWA (2)

Halooo, sekarang tanggal 22 Desember 2016.
Hari ibuuuuu!
Semua ibu di dunia ini istimewaaaa!
Umm, kemarin akhirnya kami (mama & papa) sepakat ke rumah sakit.
Huffftt, finally! Ke R.U.M.A.H S.A.K.I.T
Setelah jeda selama 6 bulan!
Apa dokter bilang?
Tetap, kemo. Huuhuhuu~
Kembalilah (lagi) aku dan keluarga debat pro-kontra kemo.

Dan, inilah kado hari ibu dariku untuk Ama di tahun ini, Anti mau kemoterapi.

Ini pilihan yang tidak mudah.
Ama terlihat murung. Aku tahu beliau menangis dalam diam.

She keeps asking me "kamu yakin mau kemo? Kuat? Yakin?"
I know that question is actually asked for herself. 
She asks herself "my only daughter has cancer and she will have chemotherapy. 
seriously? is it real or just a dream?"
This year, I didn't say "selamat hari ibu, ya Ama sayang" in mother's day. 
I was in the hospital with my mom in mother's day. 
I said "I agree to have chemotherapy" to my mom in mother's day. 
It breaks her heart. I break her heart in her day. 
And again she asks "yakin mau kemo?" , 
I dont answer it because I know she is talking to herself. 

Sunday, 16 October 2016

Indahnya 13 oktoberku

Pada zaman dahulu sampai zaman sekarang, hiduplah seorang anak.
Hidupnya selalu berwarna, warna kelabu. Kulitnya putih, putih tua. Suaranya sendu seperti petir di siang hari.
Pada hari kamis lalu, saya berjumpa dengan anak itu di ruang tunggu sebuah bandara.
Sepatu biru, celana panjang biru, baju panjang cokelat dengan lengan panjang belang biru, dan jilbab coklat. Oh, ternyata anak yang sering salah kostum itu bisa juga berpakaian matching.
Saya lihat dia gelisah sambil terus melirik jam dinding.
11:40.
Oh, pantas saja dia terlihat gelisah. Seharusnya 11:25 dia sudah naik pesawat.
Tiba-tiba dia bangkit dan berlari-lari kecil menuju sebuah antrian panjang.
Saya lihat dia masuk di Gate B4 dengan wajah lega.
Oh, dia naik L*on Air, di bangku 10 A.
.
.
Lalu terjadilah insiden itu.
Ada seorang penumpang yang tempat duduknya sama persis dengan dia, 10 A.
Nah loh? Kok bisa?
Saya dengar mereka berdebat. Tidak sengit, namun wajah anak itu terlihat berkerut penuh tanya. Lalu saya lihat anak itu keluar pesawat.
Ha?
Diusir karena nomor bangkunya sama? 😱
Kenapa dia mau disuruh keluar?
.
.
.
Anak itu...
Oii anak itu, kasihan sekali...
Malangnya...
Kelabu harinya...
.
.
Naik pesawat, namun disuruh keluar dari pesawat di detik-detik sebelum pesawat bersiap melesat jauh ke udara.
.
Oh kenapa dia?
.
.
Dengan penuh rasa iba, was-was, sekaligus kasihan, saya perhatikan dia berlari keluar pesawat.
.
Eiii, saya lihat dia naik bus.
Daaaaaaaaan, dia naik pesawat L*on Air (lagi).
.
.
Kenapa dia naik pesawat itu dua kali? 😨
.
.
Ooohayyy, ternyata dia naik pesawat ke Palembang padahal tujuannya ke Padang, alias salah naik pesawat. 😂😂
Sama2 L*on Air, sama2 pukul 11:25, sama2 gate B4, sama2 tujuan sumatra, dan pastinya sama2 gak fokus antara si anak itu, petugas yang cek tiket, beserta pramugari.
Oh kenapa tak ada petugas atau pramugari yang mencegatnya ketika melihat tiketnya tidak sama dengan rute pesawat yang dia tuju? 👻👻
Oh kenapa 13 oktoberku begitu kelabu.
.
Iya, itu aku! 😌😌

Tuesday, 20 September 2016

Selow Woles Aja

"Anda Kena kanker"
Reaksi: menangis terisak-isak, teriak tak terima.
-sinetron-
.
"Maaf, rahimnya harus diangkat"
Reaksi: kaget tak terima, menangis, sedih tak berujung, banyak dikasihani oleh orang.
-sinetron dan realita-
.
"Anda kena kanker ******* stadium ** dan rahimnya mesti diangkat."
Reaksi: oh, gitu. Ya udah. Meneteskan 5 tetes air mata dan segera tersenyum. Semua akan baik2 saja. Skenario Allah sangat spektakuler. Tertawa dan lupakan.
-aku-
.

.
Kadang aku pikir, kok ya bisa aku selow woles gini menghadapi masalah yang spektakuler ini.
Aku masih muda, belum menikah, dan tiba2 saja tak lagi punya rahim dan dianugerahi kanker pula. Kok aku terlihat tenang saja. Kok aku masih bisa tertawa lepas. Kok aku sangat marah kalau ada yang mengasihani.
.
Tapi akhirnya ada satu hal yang sedikit membuatku ragu dan penasaran.
Apa ada kelak laki-laki yang mau menikah dengan kondisiku yang seperti ini? Tanpa rahim? Punya kanker?
.
"Pasti ada"
Bisikku; berusaha meyakinkan diri bahwa Allah tak akan sekejam ini padaku.
.